SEMOGA SELAMAT, DAN MASALAHMU BOLEH TERPECAHKAN
Besok Si Anak Beruk pulang kampung.. pulang ke Medan. Setelah sekian lama (kira-kira 2 tahun) tak pulang. Agak berat pula melepas ia pulang, namun saya tidak bisa berkata apa pun. Ia punya hak untuk pulang. Kangen keluarga katanya. Dalam hitungan belasan hari ia tidak di sisi saya. Tentu saya akan sangat merindukannya. Namun, ada hal lain yang membuat saya cemas.. cemas setelah mendengar penjelasannya, mendengar tuturannya dan khawatir ia tak lagi kembali bersama.
Ia pulang dengan beban. Beban yang seharusnya bukan ia yang tanggung. Bisa dibayangkan, pulang bertemu dengan orangtua di Medan dengan beban yang cukup berat. Masalah dari masa lampau yang gak kunjung selesai. Apa kata orangtuanya nanti. Akankah ia berbohong?
“Bang, ini memang salahku di masa lalu.. juga karena kebodohanku. Barangkali memang aku harus membayar semuanya sekarang” itu katamu. Kamu keliru, sayang.. seharusnya laki-laki keparat itu yang menanggungnya, bukan kamu.
Tapi nasi sudah jadi bubur. Saya sendiri tidak tahu harus bagaimana, setelah uluran tangan pun ditampiknya secara halus, “Tak mau menyusahkan Abang…”
Segeralah kembali, sayang.. saya nggak mau kamu menetap di sana dan jauh dari sini. Perjuangkan ama yang memang harus kamu perjuangkan.